Akuntansi Keuangan dan Manajemen Keuangan memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Meskipun keduanya tampak seperti dua bidang yang berbeda, sebenarnya keduanya saling melengkapi. Maka, kurang lengkap rasanya jika mahasiswa akuntansi tidak memelajari Manajemen Keuangan. Mengapa demikian? untuk memahaminya, kita perlu tahu dulu nih apa itu akuntansi keuangan dan manajemen keuangan.
Akuntansi Keuangan
Akuntansi adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisisan data keuangan entitas. Akuntansi fokus pada penyusunan laporan keuangan (neraca, laba rugi, arus kas, perubahan ekuitas) yang menggambarkan posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Informasinya bersifat historis (kejadian yang sudah terjadi), sesuai standar akuntansi (SAK/IFRS), sehingga bisa digunakan oleh pihak internal maupun eksternal.
Manajemen Keuangan
Manajemen Keuangan adalah keseluruhan aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan cara memperoleh dana, mengelola dan menggunakan dana tersebut secara efektif dan efisien, serta mengalokasikan aset untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen Keuangan fokus pada pengambilan keputusan keuangan dalam perusahaan, misalnya:
1. keputusan investasi (membeli aset, membuka cabang baru),
2. keputusan pendanaan (memilih pakai hutang, saham, atau laba ditahan),
3. keputusan dividen (membagi keuntungan atau menahannya).
Informasinya lebih proyeksi ke depan (future oriented) untuk mendukung strategi perusahaan.
3. Hubungan Akuntansi Keuangan dan Manajemen Keuangan
Akuntansi keuangan menyediakan data, sedangkan manajemen keuangan menggunakan data tersebut untuk mengambil keputusan.
Laporan keuangan → jadi bahan baku informasi → lalu manajer keuangan menganalisis untuk merencanakan, mengendalikan, dan membuat keputusan strategis.
4. Lalu? Mengapa mahasiswa Akuntansi perlu belajar Manajemen Keuangan?
Akuntansi menyediakan informasi keuangan. Mahasiswa akuntansi belajar mencatat, mengklasifikasi, dan menyediakan laporan keuangan. artinya, akuntansi berfokus pada “apa yang terjadi”, yaitu data keuangan historis dari aktivitas perusahaan. Misalnya,berapa laba bersih tahun ini?, berapa total asset dan kewajiban? Bagaimana arus kas perusahaan? dsb.
Manajemen keuangan menggunakan informasi dari akuntansi. Sedangkan, manajemen keuangan berfokus pada “apa yang harus dilakukan” dengan informasi tersebut. Apakah laba akan dibagikan sebagai dividen atau diinvestasikan kembali?, apakah perusahaan perlu menambah hutang atau menerbitkan saham baru? dan Proyek mana yang harus didanai karena memberikan return tertinggi?
Tanpa informasi akuntansi, manajemen keuangan tidak punya dasar keputusan. Namun, tanpa pemahaman keuangan, laporan akuntansi hanya jadi angka tanpa arah. Mahasiswa akuntansi yang memahami manajemen keuangan akan lebih paham makna strategis laporan keuangan (tidak sekadar menghitung angka), mampu menilai kesehatan keuangan perusahaan dan menganalisis investasi dan siap bekerja bukan hanya sebagai pencatat, tapi juga penentu kebijakan keuangan
